Penulis: Shaffa Az Zahra, Theresa Martha Manalu/EQ
Editor: Orie Priscylla Mapeda Lumalan/EQ
Layouter: Dhimas Zidny Arrizqi/EQ

Jumat (26/09) menjadi penutup pekan yang penuh energi. Kesempatan untuk bersorak-sorai dalam malam puncak Festival Olahraga dan Seni Ekonomika dan Bisnis (FORS EB) 2025 tentu tak bisa dilewatkan. Mengundang berbagai grup musik kondang, acara ini menyulut kemeriahan di halaman Learning Center Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).

Seperti namanya, FORS EB 2025 menjadi wadah bagi mahasiswa FEB UGM untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga maupun seni. Program ini digagas oleh Departemen Minat dan Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UGM bekerja sama dengan Lustrum XIV FEB UGM. Acara ini mengusung tema “Flow into the Horizon”. Rangkaian kegiatan mencakup berbagai perlombaan olahraga, mulai dari basket, voli, bulu tangkis, tenis meja, biliar, serta kompetisi seni dan festival musik yang terbuka untuk masyarakat umum.

Pada malam puncak, gerbang dibuka sejak pukul 16.30 WIB. Sebuah panggung megah berdiri di depan gedung Learning Center, sementara tenants makanan serta booth interaktif seperti pembacaan kartu tarot, sudah ramai pengunjung sejak sore hari. Festival musik dimulai dengan pemberian penghargaan kepada pemenang kompetisi band, Barockah, grup musik dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Lagu yang membawa mereka pada kemenangan adalah Esok Kan Masih Ada - Utha Likumahuwa dan Pejantan Tangguh - Sheila on 7.

Barockah turut unjuk kebolehan di panggung FORS EB 2025 dengan membawakan lagu Karma - Cokelat, Esa - 510, dan Kuning - Rumahsakit dengan ciamik. Naren, gitaris Barockah, menyampaikan bahwa ia sangat senang atas kemenangan ini. “Akhirnya usaha kita selama berhari-hari ga terbuang sia-sia. Terbukti kalau usaha tidak mengkhianati hasil,” ucapnya. Anggota lainnya juga menceritakan bahwa FORS EB meninggalkan kesan mengagumkan. “Panitianya sangat welcome, terharu rasanya kayak punya kru sendiri,” lanjut Naren. Jika diberi kesempatan, Barockah mengungkapkan akan mengikuti kompetisi dari FORS EB lagi tahun depan.

Setelah penampilan memukau dari Barockah, panggung FORS EB 2025 semakin berguncang lewat suguhan musik dari Sandstorm of Youth, ESB (Economics Session Band), Liburan di Rumah, hingga Traffic Jam yang didapuk sebagai penutup. Para penampil sukses membawa penonton larut dalam berbagai nuansa musik, memastikan semangat festival tetap menyala hingga akhir acara.

Ni Wayan Anggita Mayolly atau yang akrab disapa May, selaku CEO FORS EB 2025, menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud baru dari penggabungan dua acara yang sebelumnya diadakan secara terpisah. "Dulu tuh namanya Econofest dan EB Olympiad, jadi sekarang digabung jadi satu kepanitiaan FORS EB," tuturnya.

Bagi May, tujuan utama acara ini lebih dari sekadar perayaan. “Kami ingin mahasiswa punya ruang untuk berkembang, tidak hanya di akademik. Festival ini wadah agar talenta bisa tampil dan diapresiasi,” lanjutnya. Melihat lautan penonton yang larut dalam kemeriahan, May tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. "Sebagai CEO, saya terharu sekali teman-teman bisa hadir di acara music festival ini," ucapnya tulus. Ia pun menutup dengan harapan besar untuk masa depan acara ini, "Pesannya mungkin nanti next FORS EB bisa lebih besar lagi, lebih gacor lagi".