Penulis : Theresa Martha Manalu & Raissa Maharani/EQ
Editor : Handri Regina/EQ
Pada hari Sabtu (25/10/2025), Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) menyelenggarakan Audit Workshop yang bekerja sama dengan RSM Indonesia. Kegiatan ini merupakan program tahunan Departemen Career Preparation, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan praktik audit mahasiswa. Audit Workshop 2025 mengusung tema “Auditing in Digital Era: Preparing Future Auditors for Tech-Driven Accountability” dan diikuti oleh 56 mahasiswa S1 Akuntansi yang telah menyelesaikan mata kuliah Pengauditan pada semester empat.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Akuntansi, Bapak Sony Warsono, serta Chairman IMAGAMA dan Ketua Pelaksana Audit Workshop 2025. Setelah itu, kegiatan berlanjut ke sesi materi bersama dua partner RSM Indonesia, Bapak Chairul Wismoyo dan Bapak M. Teguh Nuansa.

Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Chairul Wismoyo, yang memaparkan company introduction tentang RSM Indonesia. Beliau memperkenalkan profil perusahaan sebagai bagian dari jaringan RSM Global, menjelaskan sejarah berdirinya, nilai-nilai profesional yang dijunjung, serta layanan utama di bidang audit, pajak, dan konsultasi bisnis. Penjelasan ini memberi peserta wawasan tentang bagaimana peran auditor profesional di era bisnis yang semakin terdigitalisasi.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Bapak M. Teguh Nuansa, yang membahas materi praktik audit yang akan dijalankan peserta. Beliau menjelaskan tahapan proses audit, pentingnya ketelitian dalam pengumpulan bukti, serta penerapan PSAK 18 sebagai dasar studi kasus.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik audit melalui studi kasus mengenai PSAK 18. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis laporan dan mengambil keputusan dalam waktu terbatas, menggambarkan tekanan kerja auditor profesional. Praktik audit dilakukan dalam dua sesi dengan jeda istirahat, salat, dan makan, disertai konsumsi dari Mitra Katering H. Kasmu selaku sponsor acara

Orie dan Najwa (Akuntansi 2023), selaku peserta Audit Workshop 2025, mengapresiasi perbedaan workshop ini dengan pembelajaran kelas. “Di kelas lebih banyak teori, di sini kami belajar menghadapi kasus nyata,” ujar keduanya. Menurut mereka, kegiatan ini membantu memahami praktik audit secara langsung.keduanya juga berharap ada lebih banyak ruang untuk interaksi dua arah di masa mendatang dan menyatakan minat untuk kembali berpartisipasi, khususnya jika materi yang ditawarkan berbeda.
Kemal, selaku Ketua Pelaksana Audit Workshop 2025, menyampaikan harapannya untuk Audit Workshop 2026. “Semoga acara berikutnya dapat diselenggarakan di venue yang lebih besar dan dapat mengakomodasi lebih banyak peserta,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara dari RSM Indonesia dan sesi dokumentasi bersama. Momen ini mengakhiri kegiatan dengan sukses dan diwarnai antusiasme tinggi dari seluruh peserta, panitia, serta perwakilan RSM.
Secara keseluruhan, Audit Workshop 2025 berhasil memberikan perspektif baru bagi mahasiswa akuntansi untuk memahami proses audit dalam situasi nyata. Kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional, sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan audit di lingkungan bisnis digital dengan lebih percaya diri dan sigap.