Penulis : Gita Laksita Jatismara, Gita Laksita Prabasmara/EQ
Editor: Atha Bintang Wahyu Mawardi/EQ
Layouter: Gilang Wirabumi/EQ

Profil BISSA! dan Apresiasi Warga Dusun Binaan

BISSA! merupakan singkatan dari Bersih, Inovatif, Sejahtera, Sehat, Asri yang bertujuan untuk meningkatkan dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Di bawah Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, program ini telah berjalan sejak 2024 yang memilih wilayah Sleman sebagai lokasi eksekusi. Saat ini, BISSA! fokus terhadap RT 10 Dusun Sendowo yang merupakan kawasan bantaran Sungai Code tepatnya di Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kawasan tersebut memiliki kondisi geografis yang cukup padat dan terpencil di bantaran sungai. Kondisi ini membuat pengelolaan sampah kurang memadai. Oleh karena itu, BISSA! hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. “Mengubah perilaku masyarakat agar sadar dan dapat mengelola sampah dengan baik kan cukup sulit. Ini menjadi tantangan sekaligus semangat tersendiri untuk kami agar nantinya dapat memperluas ke tingkat Kabupaten Sleman,” ujar Qisha Quarina, ketua pelaksana program BISSA! dikutip dari tulisan Bardono (2024).

BISSA! mendapatkan apresiasi yang positif dari warga dusun binaan. “Menurut saya program yang dilakukan oleh BISSA! sangat bagus untuk lingkungan wilayah Sendowo khususnya di RT kami yaitu RT.10,” ujar Dewi Ratna, salah satu warga dusun binaan. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran program BISSA! turut mengajarkan makna cinta lingkungan dan membuatnya menjadi bersih terutama yang berkaitan dengan sampah. Selain itu, warga lain turut merasa demikian, Juminten merasa senang dengan kehadiran program ini. “Manfaatnya banyak seperti mengurangi sampah yang dibakar dan juga menambah penghasilan,” imbuhnya.

Kegiatan Yang Sudah dan Sedang Dilakukan

BISSA! telah melaksanakan berbagai macam program untuk membina dan memberdayakan dusun binaan Sendowo RT 10. Program tersebut antara lain pembangunan bak sampah dan sosialisasi prosedur penggunaannya, evaluasi dan monitoring berkala, serta program bank sampah dan sosialisasinya. Selain itu, sebagai upaya lanjutan dalam membina dusun, BISSA! melakoni studi banding ke dusun percontohan biopori. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan tersebut sebagai bukti komitmen BISSA! dalam mengusung semangat pengelolaan sampah.

Bak sampah yang dibangun BISSA! (© BISSA!)

Pertama, pembangunan bak sampah telah dilakukan di bantaran Sungai Code. Tujuan pembangunan tersebut adalah memfasilitasi lahan pembakaran sampah residu yang awalnya menggunakan lahan warga. “Bak sampah juga berfungsi sebagai storage (penyimpanan sementara) bagi warga agar sampah-sampahnya tidak menumpuk di rumah,” imbuh Adinda Dewi Ariestusti, salah satu asisten program BISSA!.

Tidak hanya membangun bak sampah, BISSA! turut memberikan sosialisasi prosedur penggunaannya. Informasi yang disampaikan mencakup penjelasan terkait perilaku yang dianjurkan maupun perlu dihindari dalam proses pembuangan sampah. Dalam sosialisasi ini, juga dilakukan demonstrasi langsung mengenai cara memilah sampah anorganik sesuai kategorinya sehingga warga dapat memperoleh pemahaman mengenai tahapan yang tepat untuk memperlakukan sampah sebelum masuk ke bak. Melalui pendekatan ini, kegiatan tidak hanya menyampaikan pemahaman konseptual, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan secara mandiri dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Tinjauan lapangan berkala dalam rangka monitoring jalannya program (© BISSA!)

Selain dibangun fasilitas dan sosialisasinya, dilakukan evaluasi dan monitoring berkala dalam pelaksanaan program. Progres program yang berjalan selalu dikoordinasikan melalui narahubung dusun. Selain itu, monitoring dilakukan dengan tinjauan langsung melalui turun ke lapangan dan evaluasi berkala. Sebagai contoh, melihat pemanfaatan bak sampah BISSA! yang kurang optimal oleh warga setempat, langsung ditindaklanjuti oleh tim dengan penguatan sosialisasi ulang. Hasilnya, terlihat perubahan positif yaitu warga mulai mengumpulkan botol kaca dan menyimpannya ke bak sampah BISSA!. “Ini (bak sampah) sudah diisi botol-botol kaca dan ada juga pecahannya,” jelas Dewi Ratna.

Saat ini, program BISSA! sedang fokus melaksanakan program baru berupa pengelolaan bank sampah di Dusun Sendowo yang bertujuan dalam pengelolaan sampah anorganik. Sebagai langkah awal, pada tanggal 9 dan 10 November 2025, telah dilaksanakan sosialisasi berbagai jenis sampah anorganik yang masuk kategori sampah diterima. Warga akan mendapat buku tabungan yang selanjutkan dicairkan menjadi uang sebagai penghasilan tambahan bagi warga. “Program ini diharapkan dapat mengatasi persoalan tumpukan sampah anorganik sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi warga,” jelas Adinda Dewi Ariestuti.

Tim BISSA! mendapat pelatihan membuat biopori galon bertumpuk (© BISSA!)

Dalam rangka menunjang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat mengenai pengelolaan sampah, BISSA! melakukan studi banding ke dusun percontohan biopori, Dusun Mangkuyudan RW 05. Melalui kegiatan ini, BISSA! mendapatkan ilmu komprehensif mengenai biopori, mencakup berbagai macam jenis, bahan, cara pembuatan, dan pemanfaatan biopori melalui pemaparan materi dan demonstrasi langsung. Selanjutnya, studi banding difokuskan juga untuk praktek langsung membuat biopori galon bertumpuk. Selain itu, BISSA! diajak untuk berkeliling ke dusun percontohan, melihat hasil dan pemanfaatan nyata dari berbagai jenis biopori. Hal inilah yang menjadi basis pengetahuan untuk nantinya diimplementasikan untuk program baru terkait biopori di dusun binaan BISSA!, Sendowo RT 10.

Pelaksana BISSA! berharap besar mengenai keberhasilan seluruh kegiatan di dusun binaan. “Semoga seluruh warga, pemuda, pengurus RT 10 Dusun Sendowo bisa tetap kompak dan selalu bisa diajak bekerja sama dalam program-program berikutnya, semakin sadar akan keberlanjutan lingkungan, bisa mengelola sampah secara mandiri tanpa perlu membakar sampah,” harap Adinda Dewi Ariestuti.

Kehadiran BISSA! menjadi langkah fundamental yang nyata dalam memulai pengelolaan sampah dari ruang lingkup unit terkecil, berbasis Rukun Tetangga (RT). BISSA! mengusung pengelolaan sampah secara mandiri melalui berbagai macam program yang diharapkan dapat mendorong sistem masyarakat, khususnya di dusun binaan yaitu Sendowo RT 10, yang berbudaya dalam mengelola sampah secara tepat, mandiri, dan berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Setiyo Bardono. (2024, November). FEB UGM Inisiasi Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Bantaran Kali Code - Technology Indonesia. Technology Indonesia. https://technologyindonesia.id/teknologi-a-z/kesehatan-masyarakat/feb-ugm-inisiasi-program-pengelolaan-sampah-berkelanjutan-di-bantaran-kali-code/